0321 876771 Ext. 114

Obati Kekecewaan Mengurus Akte, Mahasiswa Unipdu Membuat Aplikasi Layanan Online untuk Dispendukcapil

By: Admin | Posted on: 2014-08-20 | Kunjungan : 521

David Budi Hertanto, mahasiswa fakultas Teknik Unipdu Jombang

David Budi Hartanto, Mahasiswa prodi Sistem Informasi Fakultas Teknik Unipdu – Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang berhasil membuat aplikasi sistem pelayanan publik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Berbasis Web. Sistem yang dirancang dan dibangun ini mengantarkan David Budi Hartanto lulus dalam ujian skripsi dan meraih gelar Sarjana Komputer.

“Awal ide membuat aplikasi ini adalah ketika dosen saya menceritakan kekecewaannya ketika mengurus akte kelahiran” ungkap david, Mahasiswa asal Mojokerto ini. untuk mengurus akte kelahiran membutuhkan syarat, surat & berkas tertentu serta harus menghadirkan saksi bagi yang terlambat mengurus akta kelahiran. “Mengurus akte kelahiran, itu dimulai dari kelurahan, kantor urusan agama (KUA), kemudian mengantri dan menghadirkan saksi bagi yang berstatus terlambat mengurus akte. Nah Bayangkan saja ketika sudah ngantri lama, pada saatnya giliran anda kemudian berkas anda dinyatakan tidak singkron, ada perbedaan data, penulisan salah & tidak sama antar berkas/salah maka anda harus pulang dengan tangan hampa. Atau pada saat ngantri sudah lama, kemudian tiba-tiba petugas menutup layanan karena lonjakan antrian. “tentu masyarakat merasa kecewa, sudah datang jauh-jauh, sudah antri lama, menghadirkan saksi, meninggalkan pekerjaan eh berkasnya tidak bisa diproses” cerita david menirukan curhatan dosennya.

Mohamad Ali Murtadho, Selaku dosen Pembimbing mengatakan kalau masalah seperti itu bisa diselesaikan, dianataranya dengan membuat aplikasi /sistem layanan online terutama untuk mengurangi antrian dan kepastian status permohonan. “ya seharusnya hal-hal seperti ini bisa dipermudah, masyarakat bisa diberikan kepastiaan akan berkas dan pengajuannya sehingga meminimalisir antrian panjang, lebih tertib, lebih mudah dan menghemat waktu, bisa diproses secara online sepertinya halnya pengurusan paspor” ungkap pak Ali Murtadho yang juga staf pengajar Prodi Sistem Informasi.

 

David menjelaskan, Sistem yang ada di Dinas Kependuduk Dan Catatan Sipil yang ada lebih terfokus pada proses pembuatan, sedangkan untuk pelayanan misalnya pendaftaran sering terjadi lonjakan jumlah antrian yang relatif besar dan mengakibatkan tidak terlayaninya permohonan dengan baik. sistem pelayanan ini dirancang untuk menambah nilai pelayanan dinas kepada masyarakat.

Sistem yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQl ini mempunyai fitur diantaranya permohonan pengajuan Akta Kelahiran, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu keluarga (KK). Apabila petugas menyetujui pengajuan maka pemohon menerima jadwal validasi atau verifikasi sehingga pemohon mengetahui status pengajuan dan kepastian waktu proses validasi atau verifikasi yang harus dilakukan. Aplikasi yang dibuat juga mendukung multi user, dan menggunakan metode MVC (Model, View dan Controler). Sistem pelayanan berbasis web ini dapat digunakan oleh dinas terkait untuk mengatur penjadwalan pengajuan dokumen kependudukan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam mengetahui status dari proses pengajuan yang telah dilakukan.

Lebih lanjut, david mengungkapkan Jika ada berkas yang belum lengkap atau tidak bisa diproses lebih lanjut, pemohon bisa melihat status tersebut, apa saja yang kurang dan bermasalah dan rekomendasi-apa saja yang harus dilakukan tanpa harus datang dan mengantri panjang. Kalau berkas diterima dan diproses, pemohon dalam hal ini masyarakat bisa mendapat kepastian kapan untuk datang dan melakkan verifikasi dan tidak khawatir tidak mendapat antrian, karena sudah terjadwal dan tersistem dengan baik sesuai kemampuan petugas dalam memproses pengajuan. (aliyen)